Buku Mendidik Karakter dengan Karakter | Seri Parenting

Cover Buku Mendidik Karakter Dengan Karakter

Pemesanan buku :
Hubungi 087 888 765 439 0813 212 06635
Pin BB : 28BCB8F0
testimoni : mendidikkarakter@gmail.com

Pengantar Bagian 1
Buku Mendidik Karakter dengan Karakter
Dahsyatnya Masa Kecil

Have you seen my Childhood?
I’m searching for the world that I come from
‘Cause I’ve been looking around
In the lost and found of my heart…
No one understands me
(Michael Jackson)

Bagi yang pernah mendengar lagu Michael Jackson di atas, tentu akan merasakan pedihnya kehidupan yang dirasakan Sang Pop Star dunia tersebut. Melalui lagu tersebut kita akan paham apa yang menyebabkan MJ –sapaan akrab Michael Jackson- tidak merasakan bahagia hingga akhir hayatnya hidup. Ya, keindahan kehidupan masa kecil yang terenggut, membuat hidupnya penuh kontroversi.

Kisah-kisah di buku ini merekam jejak masa kecil para tokoh terkenal maupun tersembunyi, yang memberikan pembelajaran bagi kita tentang pentingnya menghadirkan keindahan dan kebahagiaan masa kecil bagi buah hati. KIsah yang menyadarkan kita bahwa sukses gagalnya seseorangdipengaruhi pengalaman dan pendidikannya di masa kecil.

Elizabeth Lawrence mengatakan ‘There is a garden in every childhood, an enchanted place where colors are brighter, the air softer, and the morning more fragrant than ever again.’

Namun tak semua anak beruntung menikmati keindahan taman masa kecil seperti yang disebutkan Elizabeth Lawrence. Memiliki tempat mempesona dimana warna selalu cerah, udara senantiasa lembut, dan pagi yang senantiasa semerbak mewangi.

Pengantar Bagian 2
Buku Mendidik Karakter dengan Karakter

Karena Anak-anak Percaya Apapun yang Orangtua Katakan

Sejak detik pertama kelahirannya, manusia adalah makhluk pembelajar. Lihatlah bagaimana bayi belajar, selalu penuh antusias. Ia belajar dengan seluruh indranya. Saat ia melihat benda baru ia pelajari dengan sungguh-sungguh. Ia amati dengan seluruh matanya, ia raba seluruh permukaannya, ia pukul-pukul untuk mendengar suaranya, ia cium baunya, bahkan ia jilat untuk mengetahui rasanya, tak peduli apapun jenis benda itu.

Karena itu, proses pendidikan harusnya menjadi hal yang membahagiakan baik bagi setiap anak maupun guru atau orangtua. Karena anak-anak sesungguhnya menyukai belajar.

Namun, yang seringkali terjadi kegiatan belajar-mengajar menjadi hal yang tidak menyenangkan bahkan kadang menjadi pemicu stres. Padahal, riset membuktikan bahwa dalam keadaan stres otak tidak dapat bekerja optimal.

Banyak orangtua yang menganggap tempat belajar adalah di sekolah. Saat bel berbunyi itulah tanda dimulainya pelajaran. Namun, belajar yang sesungguhnya dilakukan selama detik kehidupan anak. Anak belajar dari apapun yang ia lihat, dengar, raba, cium, dan rasakan.

Anak-anak belajar terutama dari kedua orangtuanya. Jennifer Day dalam buku Children Believe Everything You Say mengatakan bahwa anak-anak, mendengar, menyerap, dan percaya apapun yang dikatakan orang tuanya. Maka berhati-hatilah.

Kisah-kisah berikut ini memberi inspirasi tentang belajar pentingnya memaknai apapun yang kira ucapkan pada anak-anak, karena lewat kata-kata orangtuanya, anak-anak membangun pengertian, memahami dirinya, dan menambah pengetahuan.

Pengantar Bagian 4
Buku Mendidik Karakter dengan Karakter

Prinsip Pengasuhan
“Jika akan menuju planet Mars, lalu ada penyimpangan arah sepersekian milimeter saja di awal keberangkatan, maka bisa jadi pesawat tersebut tidak sampai di Mars. Kesalahan kecil di awal perjalanan bisa jadi menimbulkan penyimpangan sehingga kita tidak sampai di tujuan,” demikian disampaikan Tony Buzan, penemu mind map dan ahli brain management, dalam sebuah seminar di Bali awal Desember 2011 di hadapan para tokoh pendidikan usia dini Indonesia.

Buzan lalu mengatakan bahwa kebanyakan orangtua juga pemerintah khawatir tentang pendidikan tinggi di universitas, padahal yang terpenting adalah pendidikan di awal kehidupan anak. “Jika ada penyimpangan sedikit pada pendidikan usia dini, maka pada usia dewasa penyimpangannya akan semakin lebar. Sehingga anak menjadi sosok dewasa yang jauh dari yang diharapkan,” ujarnya.

Saat ini, sejak makin ditemukannya alat untuk meneliti otak, orang semakin menyadari bahwa usia dini merupakan usia yang sangat penting. Karena itu, disebut sebagai golden age karena sangat menentukan keberhasilannya sepanjang hayat. Pada usia dini, adalah masa membuat pola-pola pikir maupun perilaku yang akan digunakan saat dewasa. Keberhasilan pembinaan pada usia dini akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja di masa dewasanya.

Oleh karena itu, pentingnya parenting atau pengasuhan di dalam keluarga kini makin banyak diangkat. Bahkan para tokoh dan pakar yang selama ini dikenal di dunia manajemen seperti Stephen R Covey dan John Maxwell juga kemudian menulis buku parenting. Covey menulis The 7 Habits of Highly Effective Families dan John C Maxwell menulis Breakthrough Parenting. Dalam pengantar bukunya tersebut, Covey menulis, “Sepanjang hidup saya, tidak pernah saya memiliki gairah yang sedemikian besar terhadap proyek seperti yang sekarang saya miliki untuk menulis buku ini- karena keluarga merupakan apa yang paling saya pedulikan,” ujarnya.

HARGA : RP. 42.000

Pemesanan buku :
Hubungi 087 888 765 439 \ 0813 212 06635
Pin BB : 28BCB8F0
testimoni : mendidikkarakter@gmail.com

One thought on “Buku Mendidik Karakter dengan Karakter | Seri Parenting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s